RSS

AKHIRI PROSES PEMBANGKRUTAN

11 Mei

Sayidiman Suryohadiprojo

Anggota TNI dan khususnya para Perwiranya terikat
oleh Saptamarga sebagai Etika TNI. Makin tinggi pangkatnya makin kuat
dan luas tanggungjawab pelaksanaannya. Orang yang benar-benar TNI tidak
dibatasi masa aktif atau pensiun, kalau ia sungguh-sungguh berjiwa TNI.

Dalam hubungan itu kita lihat posisi Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya
sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah RI. Para anggota TNI
umumnya sesuai esprit de corps tentu ingin melihat SBY menjabat
Presiden RI sampai tahun 2014 ketika masa jabatannya berakhir. Akan
tetapi para anggota TNI sesuai Saptamarga juga tidak pernah melupakan
kesetiaan dan cintanya kepada Tanah Air dan Bangsa Indonesia.

Adalah kenyataan bahwa Tanah Air dan Bangsa sedang
diliputi persoalan berat yang membuatnya makiin berantakan. Korupsi
makin merajalela di semua lapisan masyarakat. Kriminalitas makin
merusak dan membahayakan kehidupan dan Radikalisme membuat kehidupan
bangsa makin jauh dari azas Gotong Royong. Dan kehidupan rakyat belum
kunjung sejahtera, sekalipun yang kaya makin kaya.

Dalam pada itu NKRI bertambah persoalannya, baik
dalam menghadapi berbagai ancaman dalam negeri maupun perkembangan
internasional dalam bidang politik, ekonomi dan keamanan.

Untuk menghadapi hal ini jawaban yang harus
dihasilkan adalah tangguhnya Ketahanan Nasional. Dan hal itu hanya
dapat dihasilkan kalau ada Kepemimpinan Nasional yang kuat, berwibawa
dan efektif dalam melakukan manajemen nasional. Sebab itu menjadi
kewajiban SBY sebagai Perwira Tinggi TNI yang beretika Saptamarga untuk
benar-benar melibatkan diri dan memberikan komitmen sepenuhnya bagi
kepentingan Negara dan Bangsa sehingga NKRI menjadi kuat kembali.
Ukurannya adalah kehidupan masyarakat dan bangsa yang makin Tata
Tenteram Karta Raharja. Ini berarti makin lenyapnya berbagai persoalan
dan gaungguan seperti korupsi yang merembet ke mana-mana, terorisme,
kriminalitas dan lainnya.

Presiden SBY akan kembali memperoleh kepercayaan
mayoritas masyarakat kalau hal itu dapat diwujudkan. Dan itu dapat
tercapai kalau beliau bagaikan Gunung Tangguh Kokoh Kuat mengabdi
kepada kepentingan Tanah Air dan Bangsa. Usaha demikian akan
menimbulkan motivasi dan inspirasi dalam masyarakat yang makin luas dan
kuat. Masyarakat yang kehilangan kepercayaan akan yakin kembali seperti
ketika pada tahun 1948 para Pejuang yang turun semangat akibat Pimpinan
Nasional RI ditawan Belanda, mendengar Panglima Besar Sudirman terjun
dalam perjuangan bersama para Pejuang dan Rakyat. Bahkan kepercayaan
masyarakat tidak akan terbatas pada mereka yang pada tahun 2008
memilihnya ! Presiden SBY akan mampu melakukan hal itu dengan
meninggalkan sifat ragu-ragu dan kecil hati, sebaliknya menunjukkan
niatnya yang sungguh kuat dan teguh. Memang setiap usaha Pemimpin yang
kuat dan sungguh-sungguh selalu ditangkap masyarakat dan mendapat
dukungan.

Akan tetapi harus disadari bahwa kelemahan utama di
Indonesia adalah kurangnya implementasi konsisten dari banyak niat,
kehendak dan rencana Hal ini pun menandai kepemimpinan sekarang yang
melemahkan kepercayaan dan dimanfaatkan para koruptor, kaum radikal dan
musuh NKRI lainnya.

Sudah pasti bahwa mayoritas anggota TNI dan juga
mayoritas bangsa Indonesia mengharapkan dan mendoakan Presiden SBY
sukses dalam mennjalankan tugasnya !
Akan tetapi kalau beliau tidak sanggup melakukan hal
itu, dengan alasan apa pun, maka seorang Perwira TNI harus sadar akan
salah satu prinsip Kepemimpinan TNI, yaitu prinsip Legowo atau Ikhlas.
Sebab yang menjadi taruhan adalah masa depan NKRI dan Bangsa Indonesia,
bukan sekedar masa depan sekumpulan orang.

Dalam hal demikian harus ada kesediaan Presiden SBY
untuk turut mewujudkan pergantian pimpinan yang lebih mampu mengatasi
berbagai persoalan Negara dan Bangsa. Sikap demikian mungkin bukan
sikap seorang politikus yang biasanya lebih memperhatikan kepentingan
pribadinya. Akan tetapi Presiden SBY adalah seorang Perwira Tinggi TNI
yang teguh menjalankan Saptamarga, bukan politikus.

Insya Allah dengan jalan demikian proses kebangkrutan yang sedang meliputi Negara dan Bangsa Indonesia akan berakhir. Semoga !

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2012 in OPINI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: